Aswin Weblog

"Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain"

  • Blog Stats

    • 403,284 hits
  • Kalender

    Mei 2012
    M S S R K J S
    « Mar   Jul »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Sign by Aswin - For Information

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NO. 24 TAHUN 1953 TENTANG HARI-HARI LIBUR

Posted by aswin pada 24 Mei 2012


DOWNLOAD KLIK:

http://bit.ly/KX0OfG

 

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NO. 24 TAHUN 1953

TENTANG HARI-HARI LIBUR

KAMI, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang:

bahwa dipandang perlu untuk meninjau kembali:

  1. Penetapan Pemerintah Tahun 1946 No. 2/Um.7/Um dan 10/Um;
  2. Penetapan Menteri Agama No. 8 Tahun 1952 tentang hari libur.

Mendengar:

Dewan Menteri dalam rapatnya yang ke-72 pada tanggal 20 Januari 1953.

 MEMUTUSKAN:

 Menetapkan       : Dengan menyimpang dari Pasal 5 Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 2/Um, menetapkan “Atur­an hari-hari libur” sebagai berikut:

 Pasal 1

 Hari-hari yang disebut di bawah ini dinyatakan sebagai hari libur:

  1. Tahun Baru 1 Januari
  2. Proklamasi Kemerdekaan
  3. Nuzulul-Qur’an
  4. Mi’radj Nabi Muhammad S.A.W.
  5. Id’l Fitri (selama 2 hari)
  6. Id’l Adha
  7. 1 Muharram
  8. Maulid Nabi Muhammad S.A.W.
  9. Wafat Isa Al Masih
  10. Paskah (hari kedua)
  11. Kenaikan Isa Al Masih
  12. Pante Kosta (hari kedua)
  13. Natal (hari pertama)
  14.  1 Mei

Pasal 2

 Untuk daerah-daerah di mana penduduknya mernerlukan hari libur lain daripada yang tersebut dalam Pasal 1, Menteri Agama atau Pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Agama, dapat menetapkan peraturan lain tentang hari libur untuk daerah itu.

Pasal 3

Penetapan tentang penanggalan hari-hari yang tersebut dalam Pasal 1 dan 2, dalam tiap-tiap tahun dilakukan oleh Menteri Agama.

 Pasal 4

Penetapan tentang hari-hari libur tersebut di atas, dan apabila perlu menyimpang dari ketentuan tersebut dalam Pasal 1, untuk Kantor/Perusahaan Partikulir dilakukan oleh Menteri Perburuhan.

 Pasal 5

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 1953.

 

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal 5 Pebruari 1953

 

WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

 

 

 

 

 

 

PENJELASAN

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

NO. 24 TAHUN 1953

TENTANG HARI-HARI LIBUR

  •  Dengan tidak mengurangi akan arti hari-hari raya yang termaktub dalam Penetapan Pemerintah Tahun 1946 No. 2/Um, 7/Um dan 10/Um, maka dianggap perlu untuk memperkecil jumlah hari-hari libur guna kepentingan pembangunan Nasional.
  •  Dengan menyimpang dari Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 2/Um Pasal 5, maka di samping hari-hari Minggu, yang pada umumnya dijadikan hari istirahat, ditetapkan hari-hari yang dijadikan hari libur sebagai tertera dalam Pasal 1 Keputusan ini.
  •  Pada hari-hari libur kantor-kantor Pemerintah ditutup terus sehari, kecuali kantor-kantor Pejabat penting, yang menurut pendapat kepalanya harus dibuka sehari atau setengah hari.
  •  Hari-hari libur fakultatif ditiadakan. Pada hari-hari Santa Maria (15 Agustus), Natal Kedua (26 Desember), permulaan Ramadhan, Peringatan Angkatan Perang (5 Oktober), Pahlawan (10 November) dan Tahun Baru Imlek, bagi yang berkepentingan diberi kebebasan untuk menjalankan peribadatannya dengan lebih dahulu memberitahu­kan kepada Kepala Kantor yang bersangkutan.
  •  Yang dimaksud dengan hari-hari libur dalam Pasal 2 ialah seumpama di daerah Bali, di mana penduduknya me­merlukan jenis hari libur lain. Jumlah hari libur di daerah-daerah yang dimaksudkan ini, tidak boleh melebihi jumlah yang tertera dalam Pasal 1.
  •  Penetapan hari-hari libur ini tidak mengenai hari libur untuk sekolah-sekolah, yang akan ditentukan sendiri oleh Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan.
  •  Bila perlu, Menteri Kehakiman berdasarkan ketentuan-ketentuan yang dimaksud dalam Wetboek van Koophandel, dapat menentukan hari-hari libur tersendiri untuk bank-bank dan sebagainya, dengan memperhatikan Keputusan ini.
  •  Jumlah hari-hari libur yang dimaksudkan dalam Pasal 4 tidak boleh melebihi jumlah yang tertera dalam Pasal 1.
  •  Aturan tentang jam bekerja, sebagai termaktub dalam Penetapan Perdana Menteri Republik Indonesia Serikat tanggal 20 April 1950 No. 10/PM/1950 yang menyatakan bahwa jam bekerja untuk kantor-kantor Pemerintah tiap hari kerja dari jam 7.00 sampai jam 14.00 kecuali pada hari Sabtu sampai jam 13.00 dan pada hari Jum’at jam 11.30, serta bagi mereka yang akan menjalankan kewajiban sembahyang Jum’at dan letak kantomya jauh dari Mesjid dibolehkan meninggalkan pekerjaannya pada jam 11.00, sebagai tersebut dalam surat Perdana Menteri Republik Indonesia Serikat tanggal 3 Juni 1950 No. 3599/50, tetap berlaku.*

 

 

 

 

 

* Untuk DKI Jakarta Raya Keputusan ini telah diganti dengan Kepres No. 24 Tahun 1972.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s