Aswin Weblog

"Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain"

  • Blog Stats

    • 403,284 hits
  • Kalender

    April 2011
    M S S R K J S
    « Mar   Agu »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
  • Sign by Aswin - For Information

SEKILAS MENGENAI SURAT KUASA

Posted by aswin pada 26 April 2011


Pasal 1792 KUHPer adalah sebagai berikut: Pemberian kuasa ialah suatu persetujuan yang berisikan pemberian kekuasaan kepada orang lain yang menerimanya untuk melaksanakan sesuatu atas nama orang yang memberikan kuasa.

Pemberian kuasa (latsgeving) yang terdapat dalam Pasal 1792 BW itu mengandung unsur:

1)   Persetujuan;

Dengan demikian, pemberian kuasa bersifat KESEPAKATAN

Hubungan pemberian kuasa= pemberian kuasa terdiri dari pemberi dan penerima kuasa.

Hubungan hukum itu dituangkan dalam PERJANJIAN PEMBERIAN KUASA, berkekuatan mengikat sebagai persetujuan (1338 BW).

Unsur persetujuan ini harus memenui syarat-syarat persetujuan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 1320 BW :

Ø Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya ;

Ø Kecakapan untuk membuat suatu perikatan ;

Ø Suatu hal tertentu ; dan

Ø Suatu sebab yang halal. PEMBERIAN KUASA TIDAK BISA DILAKUKAN JIKA BERTENTANGAN DENGAN HUKUM.

2)   Memberikan kekuasaan untuk menyelenggarakan suatu urusan ; dan

Kekuasaan yang dilimpahkan oleh pemberi kuasa MUTLAK berasal dari DIRINYA. Pemberi kuasa mustahil/tidak dapat melimpahkan kekuasaan yang merupakan milik orang lain/TIDAK BERASAL DARI DIRINYA.

 

3)   Atas nama pemberi kuasa.

Unsur atas nama pemberi kuasa berarti bahwa penerima kuasa diberi wewenang untuk MEWAKILI pemberi kuasa. Akibatnya tindakan hukum yang dilakukan oleh penerima kuasa merupakan TINDAKAN HUKUM DARI PEMBERI KUASA.

Dengan tetap berpegangan pada unsur-unsur itu, maka dapat disimpulkan antara pemberi kuasa dan penerima kuasa terjadi hubungan seperti layaknya atasan dan bawahan, karena penerima kuasa HARUS MENJALANKAN tugas dari pemberi kuasa.

Pemberi kuasa hanya dapat memberikan kuasa yang memang berasal dari DIRINYA/dirinya BERHAK untuk itu. Misal:

1.      Kuasa di pengadilan perdata dan pidana

Pasal 118 HIR, bahwa suatu gugatan dapat dimasukkan oleh PENGGUGAT ATAU KUASA HUKUMNYA. Jadi, apabila seseorang ingin beracara di peradilan perdata, ia tidak harus mewakilkan kepada advokat (karena DIRINYA sendiri pun juga bisa).

Pasal 54 KUHAP mengatakan bahwa guna kepentingan pembelaan, tersangka atau  terdakwa berhak mendapat bantuan hukum dari seorang atau lebih penasihat hukum selama dalam waktu dan pada setiap tingkat pemeriksaan, menurut tata cara yang ditentukan dalam undang-undang ini.  Jadi, apabila seseorang ingin beracara di pengadilan pidana untuk DIRINYA sendiri, hal ini DAPAT dilakukan. Akan tetapi, ia dapat juga, apabila ia inginkan, menunjuk penasehat hukum untuk MEMBELA DIRINYA.

2.      Kuasa untuk tujuan tertentu, misal:

a.     pengurusan harta kekayaan pemberi kuasa

b.    kuasa untuk melakukan penjualan rumah

c.     mewakili pemberi kuasa untuk tampil di pengadilan

d.    memindahtangankan benda-benda milik pemberi kuasa, untuk membuat perdamaian.

e.     dll.

Kuasa menurut hukum (untuk selingan doang)

a.       Wali terhadap anak dibawah perwalian

b.      Kurator atas orang yang tidak waras (Pengampuan, pasal 433 BW)

c.       Balai Harta Peninggalan (BHP) sebagai kurator kepailitan, dll.

Dapat disimpulkan=

1.    Pemberi kuasa mustahil/tidak dapat melimpahkan kekuasaan yang merupakan milik orang lain/tidak berasal dari dirinya.

2.    Tindakan hukum yang dilakukan oleh penerima kuasa merupakan tindakan hukum dari pemberi kuasa.

3.    Pemberian kuasa tidak bisa dilakukan jika bertentangan dengan hukum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s