Aswin Weblog

"Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain"

  • Blog Stats

    • 403,284 hits
  • Kalender

    Februari 2011
    M S S R K J S
    « Jan   Mar »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728  
  • Sign by Aswin - For Information

SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL BINA HUBUNGAN KETENAGAKERJAAN DAN PENGAWASAN NORMA KERJA NO. SE-2/M/BW/1987 TENTANG PENGERTIAN DAERAH TERPENCIL, PEKERJA STAF YANG TIDAK MENDAPAT UPAH LEMBUR

Posted by aswin pada 18 Februari 2011


DOWNLOAD KLIK:

SURAT EDARAN

DIREKTUR JENDERAL BINA HUBUNGAN

 

KETENAGAKERJAAN DAN PENGAWASAN NORMA KERJA

NO. SE-2/M/BW/1987

TENTANG

 

PENGERTIAN DAERAH TERPENCIL PEKERJA STAF

 

YANG TIDAK MENDAPAT UPAH LEMBUR

Mengingat masih belum adanya keseragaman penafsiran tentang pengertian daerah terpencil dan Upah Lembur bagi karyawan Staf, maka dengan ini perlu kiranya dikeluarkan suatu kebijaksanaan yang dapat dijadikan pegangan bagi aparat Departemen Tenaga Kerja di Seluruh Indonesia adalah sebagai berikut:

I. Pengertian Daerah Terpencil:

Yang dimaksud dengan Daerah Terpencil adalah:

  1. Lokasi tempat kerja yang letaknya jauh daerah pemukiman umum.
  2. Untuk datang ketempat kerja itu harus dilakukan dengan kendaraan khusus tersendiri, karena letak lokasinya memang tidak dilalui/dilewati kendaraan umum transportasi umum; jadi di luar jalur lalu lintas umum.
  3. Kebutuhan hidup sehari-hari didatangkan dari daerah lain, karena dilokasi tempat kerja tersebut tidak ada pasar.

Jadi bahan sehari-hari didatangkan dari daerah lain, karena dilokasi tempat kerja tesebut tidak ada pasar.

Jadi bahan kebutuhan pokok/keperluan sehari-hari bagi para pekerjanya harus disediakan oleh perusahaan.

II. Pekerja Staf dan Upah Lembur:
1. Yang dimaksudkan dengan pekerja Staf ialah mereka yang dalam Struktur Organisasi Perusahaan menjabat suatu jabatan yang mempunyai kewajiban tanggung jawab dan wewenang untuk membantu memikirkan dan melaksanakan kebijaksanaan perusahaan dalam usaha mencapai dan melancarkan kemajuan perusahaan.
2. Yang dimaksudkan dengan Upah Lembur ialah Upah yang diberikan oleh pengusaha sebagai imbalan kepada pekerja karena telah melakukan pekerjaan atas permintaan pengusaha yang melebihi dari jam dan hari kerja (7 jam sehari dan 40 jam seminggu) dan pada hari istirahat mingguan, hari-hari besar yang telah ditetapkan pemerintah.

3. Bagi Pegawai Staf seperti tersebut diatas (1) adalah wajar tidak lagi mendapat Upah Lembur meskipun mereka bekerja lebih dari pada ketentuan waktu kerja biasa.

4. Adapun kriteria pekerja Staf adalah sebagai berikut:

  1. Mereka yang menduduki jabatan Struktural dalam Organisasi perusahaan.
  2. Mereka yang mempunyai kewajiban, tanggung jawab, dan wewenang terhadap kebijaksanaan perusahaan.
  3. Mereka yang mendapat upah yang lebih besar dari pada pekerja lainnya.
  4. Mereka yang mendapat fasilitas yang lebih baik daripada pekerja lainnya.

5. Ketentuan-ketentuan yang berjalan sebelum Surat Edaran ini baik yang diatur oleh Peraturan Perusahaan dan K.K.B supaya tetap berjalan seperti adanya selama tidak mengurangi nilai dari ketetapan Surat Edaran ini.

Demikian untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Dikeluarkan di: Jakarta

Pada tanggal: 22 April 1987

a.n. Menteri Tenaga Kerja.

Direktur Jenderal

Bina Hubungan Ketenagakerjaan

dan Pengawasan Norma Kerja,

H.B. MANAN

Nip. 160002213

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s