Aswin Weblog

"Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain"

  • Blog Stats

    • 403,284 hits
  • Kalender

    Januari 2009
    M S S R K J S
    « Sep   Sep »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Sign by Aswin - For Information

Tugas HAKI

Posted by aswin pada 6 Januari 2009


 

Langkah-langkah inventor dapat dilihat dari tahap-tahap suatu permohonan paten. Tahap-tahap suatu permohonan paten adalah:

1. Pengajuan permohonan.

Permohonan paten diajukan inventor secara tertulis dan harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 yang menetapkan prosedur permohonan paten dan pemeriksaan beserta syarat-syaratnya. Bagi invensi di dalam negeri permohonan paten dapat diajukan sendiri oleh inventor atau melalui Konsultan Paten di Indonesia selaku Kuasa. Inventor atau yang berhak atas invensi tersebut harus menyatakan dan memilih tempat tinggal atau kedudukan hukum di Indonesia untuk kepentingan permohonan paten tersebut.

2. Pemeriksaan administratif

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa kebenaran dan kelengkapan administratif dan fisik dari permohonan paten yang diajukan sebelum dilakukannya pengumuman permohonan paten. Jika semua kelengkapan atau syarat-syarat sebagaimana dimaksud Pasal 30 UU Paten telah terpenuhi maka akan diberikan tanggal penerimaan permohonan paten (filling date). Jika kelengkapan dari permohonan paten yang diajukan belum terpenuhi maka pemohon yang bersangkutan harus memenuhinya dalam batas waktu yang ditetapkan oleh Ditjen HKI. Jika ketidaklengkapan tidak dipenuhi hingga batas waktu yang telah ditetapkan maka permohonan paten yang diajukan dianggap ditarik kembali.

3. Pengumuman permohonan paten

Pengumuman permohonan paten dilakukan setelah memenuhi seluruh ketentuan Pasal 24 UU Paten. Pengumuman atas Permohonan paten, dilakukan segera setelah 18 (delapan belas) bulan setelah tanggal penerimaan atau segera setelah 18 (delapan belas) bulan sejak tanggal prioritas apabila permohonan diajukan dengan hak prioritas; Pengumuman permohonan paten berlangsung selama 6 (enam) bulan( pasal 42 UU Paten), waktu ini juga sebagai jangka waktu bagi pihak ketiga untuk mengajukan keberatan & pandangan.

4. Pemeriksaan Substantif

Pemeriksaan ini diajukan paling lama 36 bulan terhitung sejak tanggal penerimaan permohonan paten. Pengajuan permohonan ini dilakukan secara tertulis oleh pemohon paten atau konsultan HKI yang ditumjuk dengan mengisi formulir yang disediakan oleh Ditjen HKI dengan membayar biaya yang besarnya sesuai dengan PP No. 50 tahun 2001

5. Pemberian atau Penolakan Paten

Berdasarkan pasal 54 UU Paten, keputusan untuk menyetujui atau menolak Permohonan Paten, paling lama 36 bulan terhitung sejak tanggal diterimanya surat permohonan pemeriksaan substantif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48 UU Paten atau terhitung sejak berakhirnya jangka waktu pengumuman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 ayat (1) UU Paten apabila permohonan pemeriksaan itu diajukan sebelum berakhirnya jangka waktu pengumuman tersebut.

 

Maksimum waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui apakah paten tersebut diterima atau tidak adalah 72 bulan. Jangka waktu maksimal dari semenjak pemeriksaan formalitas sampai pemeriksaan substansif adalah 36 bulan. (Pemeriksaan formalitas: 3 bulan+3 bulan, menunggu publikasi: maks. 18 bulan, publikasi: 6 bulan), kemudian jangka waktu maksimal pemeriksaan substansif adalah 36 bulan. Setelah itu adalah pengumuman apakah patennya diterima atau tidak.      

 

Tanggal penerimaan permohonan paten adalah tanggal saat diterimanya seluruh persyaratan minimum oleh Ditjen HKI sebagaimana diatur dalam Pasal 30 UU Paten. Penetapan tanggal penerimaan penting karena sistem paten Indonesia menganut sistem first-to-file. Sistem first-to-file adalah suatu sistem pemberian paten yang menganut mekanisme bahwa seseorang yang pertama kali mengajukan permohonan dianggap sebagai pemegang paten apabila semua persyaratannya telah dipenuhi. Dalam Pasal 34 UU Paten disebutkan ” Apabila untuk satu invensi yang sama ternyata diajukan lebih dari satu permohonan paten oleh pemohon yang berbeda, hanya permohonan yang diajukan pertama atau terlebih dahulu yang dapat diterima “. Oleh karena itu suatu permohonan paten sebaiknya diajukan secepat mungkin dengan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Jika paten tersebut disetujui maka sesuai pasal 58 UU Paten maka Paten tersebut mulai berlaku pada tanggal diberikan Sertifikat Paten dan berlaku surut sejak Tanggal Penerimaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s